Sudah lama sekali tidak hujan. Wajar saja, sekarang memang sedang musim kemarau, ditambah lagi ada fenomena El Nino yang membuat cuaca terasa makin kering dari biasanya.
Hari ini, 8 Oktober 2026, sekitar pukul 18.30, saya mencium sesuatu yang berbeda. Ada aroma yang khas, seperti tanah kering bercampur debu yang baru terkena air. Saya pernah membaca bahwa aroma itu disebut petrikor, aroma yang muncul ketika air hujan membasahi tanah yang kering. Menurut KBBI, petrikor berarti “aroma khas yang diasosiasikan dengan aroma yang keluar saat air hujan membasahi tanah yang kering; angu”. Aroma itu pertanda ada rintik air yang mulai turun dari langit. Di tempat saya, aroma seperti ini lebih sering disebut ampo.
Hanya mencium aroma itu saja sudah membuat saya merasa lega. Hujan ini memang banyak yang menantikan, karena musim kemarau yang panjang membuat suasana terasa gerah dan berdebu terus. Jadi ketika ada tanda-tanda hujan datang, rasanya seperti ada yang melegakan.
Kebetulan saya sempat membuka aplikasi WOFI milik Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda Sidoarjo, seperti yang pernah saya tulis di catatan tentang WOFI. Di tempat saya, yang turun memang hanya rintik hujan. Tetapi dari pantauan di aplikasi itu, di arah barat, barat daya, dan selatan sepertinya hujan cukup deras turun. Setidaknya ada juga bagian lain yang akhirnya kebagian hujan.

Tangkapan layar aplikasi WOFI Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda Sidoarjo
