Artikel ini bagian dari seri Belajar Python Level Basic di hanifmu.com. Di artikel sebelumnya kita sudah membahas Standard Library. Sekarang kita tambah kemampuan Python dengan package dari luar.
Standard library sudah luas, tapi tidak semuanya ada di sana. Untuk mengambil data dari internet, mengolah tabel, atau membuat web, kamu perlu package tambahan. Di sinilah pip dan virtual environment berperan.
Apa itu pip?
pip adalah pengelola package untuk Python. Ia dipakai untuk mengunduh, memasang, memperbarui, dan menghapus package dari PyPI (Python Package Index), gudang package publik Python di pypi.org.
Package di PyPI jumlahnya ratusan ribu, mulai dari alat bantu kecil sampai framework besar. pip sudah ikut terpasang sejak Python 3.4, jadi biasanya kamu tidak perlu memasangnya lagi.
Cek apakah pip tersedia:
python -m pip --version
Menjalankan pip lewat python -m pip lebih dianjurkan daripada langsung pip, karena memastikan pip yang dipakai sesuai dengan Python yang aktif.
Memasang Package
Untuk memasang package, gunakan install diikuti namanya:
python -m pip install requests
requests adalah package populer untuk mengirim permintaan HTTP. Setelah terpasang, ia bisa langsung diimpor:
import requests
respons = requests.get("https://api.github.com")
print(respons.status_code)
Untuk memasang versi tertentu, tambahkan ==:
python -m pip install requests==2.31.0
Untuk memperbarui package yang sudah terpasang, gunakan --upgrade:
python -m pip install --upgrade requests
Melihat dan Menghapus Package
Daftar package yang terpasang bisa dilihat dengan list:
python -m pip list
Untuk melihat detail satu package, gunakan show:
python -m pip show requests
Untuk menghapus package, gunakan uninstall:
python -m pip uninstall requests
pip akan meminta konfirmasi sebelum menghapus.
Kenapa Perlu Virtual Environment?
Bayangkan dua proyek di komputermu. Proyek lama butuh requests versi 2.28, sementara proyek baru butuh versi 2.31. Kalau semua package dipasang di satu tempat, keduanya akan saling menimpa.
Virtual environment adalah lingkungan terpisah berisi Python dan package sendiri untuk satu proyek. Package di dalamnya tidak mengganggu proyek lain maupun instalasi Python utama.
Kebiasaan ini membuat proyek tetap bersih dan mudah dipindahkan ke komputer lain.
Membuat Virtual Environment
Buat folder proyek, lalu jalankan:
python -m venv venv
Perintah ini membuat folder bernama venv berisi salinan Python dan pip khusus proyek tersebut. Nama venv hanyalah kebiasaan, kamu bisa memakai nama lain.
Setelah dibuat, environment perlu diaktifkan.
Mengaktifkan dan Menonaktifkan
Cara mengaktifkan berbeda menurut sistem operasi dan shell.
Windows Command Prompt:
venv\Scripts\activate
Windows PowerShell:
.\venv\Scripts\Activate.ps1
macOS dan Linux:
source venv/bin/activate
Setelah aktif, nama environment biasanya muncul di awal baris terminal:
(venv) C:\proyek>
Selama aktif, python dan pip menunjuk ke environment tersebut. Semua package yang dipasang akan masuk ke sana.
Untuk keluar, jalankan:
deactivate
requirements.txt
File requirements.txt mencatat daftar package yang dibutuhkan sebuah proyek. Dengan file ini, orang lain bisa memasang semua package yang sama sekali jalan.
Membuatnya dari environment yang aktif:
python -m pip freeze > requirements.txt
Isi filenya kira-kira seperti ini:
requests==2.31.0
certifi==2024.2.2
charset-normalizer==3.3.2
Memasang semua package dari file itu di komputer lain:
python -m pip install -r requirements.txt
Karena isinya hanya daftar package, requirements.txt aman disimpan di repositori. Sebaliknya, folder venv sebaiknya tidak ikut di-commit karena ukurannya besar dan bisa dibuat ulang. Tambahkan ke .gitignore:
venv/
__pycache__/
Contoh Alur Kerja
Berikut alur lengkap saat memulai proyek baru:
# 1. Masuk ke folder proyek
cd proyek_baru
# 2. Buat virtual environment
python -m venv venv
# 3. Aktifkan (Windows PowerShell)
.\venv\Scripts\Activate.ps1
# 4. Pasang package yang dibutuhkan
python -m pip install requests
# 5. Simpan daftar package
python -m pip freeze > requirements.txt
# 6. Kerjakan proyek...
# 7. Keluar saat selesai
deactivate
Kalau proyek itu dipindahkan ke komputer lain, cukup jalankan langkah 2, 3, lalu:
python -m pip install -r requirements.txt
Kesalahan Umum Pemula
- Memasang semua package secara global — proyek bisa saling menimpa versi; pakai virtual environment.
- Lupa mengaktifkan environment — package masuk ke instalasi Python utama.
- Meng-commit folder
venv— ukurannya besar; masukkan ke.gitignore. - Menjalankan
piptanpapython -m— bisa memakai pip dari Python yang berbeda. - Tidak menyimpan
requirements.txt— orang lain sulit menyiapkan proyek yang sama.
Ringkasan
- pip memasang, memperbarui, dan menghapus package dari PyPI
- Jalankan pip lewat
python -m pipagar sesuai Python yang aktif - Virtual environment mengisolasi package tiap proyek
- Buat dengan
python -m venv venv, aktifkan, laludeactivateuntuk keluar pip freeze > requirements.txtmencatat daftar package proyek- Pasang ulang dengan
pip install -r requirements.txt
Langkah Selanjutnya
Kamu sudah bisa memakai module bawaan dan memasang package tambahan. Kemampuan menulis kode sudah cukup lengkap.
Sekarang saatnya merapikan cara menulisnya. Artikel selanjutnya membahas Best Practice Python (PEP 8), aturan gaya yang membuat kode mudah dibaca orang lain dan dirimu sendiri di masa depan.
