Langsung ke konten

Kenapa Investor Pemula Sering Merugi? Ini Nasehat Purbaya Yudhi Sadewa untuk Investor Pemula

Pasar saham menawarkan peluang sekaligus risiko. Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap alasan banyak investor pemula mengalami kerugian besar.

Sumber gambar: Kanal YouTube Periskop ID
Sumber gambar: Kanal YouTube Periskop ID
Advertisement

Bagi Anda yang baru ingin terjun ke dunia investasi, pasar sering kali terlihat menggiurkan sekaligus membingungkan. Dalam episode perdana program “Melek Pasar Bareng Purbaya” yang diunggah di kanal YouTube Periskop ID, Purbaya Yudhi Sadewa membedah alasan utama mengapa banyak investor pemula justru mengalami kerugian besar saat baru memulai.

Berikut adalah poin-poin penting dan panduan investasi dasar yang disampaikan dalam video tersebut:

1. Terjebak Fenomena FOMO dan Herding Behavior

Banyak investor pemula tergiur oleh unggahan di media sosial yang memamerkan keuntungan hingga ratusan atau ribuan persen dalam waktu singkat. Keinginan untuk cepat kaya ini memicu rasa takut ketinggalan momen atau FOMO (fear of missing out).

Akibatnya, pemula terjebak pada pola buy high, sell low—membeli aset saat harganya sudah melambung tinggi karena euforia, lalu panik dan menjualnya kembali saat harga jatuh. Perilaku mengekor tanpa pemahaman ini disebut sebagai herding behavior.

2. Waspadai Influencer Bodong dan Janji Keuntungan Pasti

Purbaya juga memperingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada promosi investasi dari oknum influencer. Beberapa oknum menggunakan perangkat analisis teknikal yang manipulatif demi mengeruk keuntungan dari dana pengikutnya, sebuah praktik yang dinilainya bahkan lebih buruk daripada perjudian.

Ia menegaskan agar publik tidak memercayai tawaran investasi yang menjamin imbal hasil pasti atau keuntungan tetap bulanan, karena pergerakan pasar keuangan selalu berfluktuasi.

3. Terapkan Prinsip “Stop Think” Saat Pasar Jatuh

Pasar modal selalu bergerak naik dan turun mengikuti siklus bisnis perekonomian. Ketika harga saham atau portofolio Anda memerah dan mengalami penurunan tajam, kunci utamanya adalah tidak panik.

Purbaya menyarankan langkah stop think: berhenti sejenak, tenangkan emosi, dan analisis fondasi ekonomi di balik penurunan tersebut sebelum mengambil keputusan. Selama aset belum dijual, penurunan nilai portofolio masih berstatus kerugian potensial (unrealized loss) dan belum menjadi kerugian nyata.

4. 5 Langkah Dasar Berinvestasi versi Purbaya

Untuk membangun fondasi investasi yang kuat, Purbaya membagikan lima aturan utama bagi investor pemula:

  • Siapkan Dana Darurat: Sebelum mengalokasikan dana ke produk investasi, pastikan kebutuhan dana darurat sudah terpenuhi agar Anda tidak terpaksa menjual aset saat harga pasar sedang terpuruk.
  • Kelola Utang dan Arus Kas: Jangan pernah menggunakan uang hasil utang untuk berinvestasi.
  • Tentukan Tujuan dan Horizon Waktu: Sesuaikan instrumen dengan jangka waktu kebutuhan Anda. Saham kurang cocok untuk kebutuhan jangka pendek (seperti dana pernikahan dalam 2 bulan). Untuk jangka pendek, pilih instrumen rendah risiko seperti deposito atau reksa dana pasar uang.
  • Pahami Kemampuan Menanggung Risiko: Pahami profil risiko diri sendiri berdasarkan usia dan kemampuan finansial.
  • Pahami Produk yang Dibeli: Sebelum membeli suatu aset, ketahui dari mana sumber keuntungannya, apa risikonya, berapa biayanya, serta bagaimana cara mencairkannya.

Berinvestasi pada dasarnya tidak memerlukan teori ekonomi yang terlalu rumit, melainkan pemahaman atas siklus pasar, kontrol emosi, serta kedisiplinan dalam mengelola keuangan pribadi.

Tonton video lengkapnya langsung dari kanal YouTube Periskop ID di bawah ini:

Advertisement