Pagi itu saya berangkat kerja seperti biasa dengan Honda Supra X 125. Di tengah perjalanan, ban motornya terasa seperti kempes. Karena tidak enak terus dibawa jalan dengan kondisi seperti itu, saya kemudian membawanya ke bengkel tambal ban untuk diperiksa. Setelah bagian yang bocor ditemukan, ban tersebut ditambal dan motor bisa digunakan kembali.
Sambil menunggu ban selesai ditambal, saya memperhatikan bagaimana prosesnya berjalan. Bannya dilepas, bagian yang bocor dicari, lalu ditambal dan dipasang kembali. Semuanya butuh waktu, tetapi tidak lama. Hanya saja, selama beberapa menit itu, motor saya memang benar-benar berhenti. Tidak bisa dipaksa jalan, tidak bisa diajak buru-buru.
Saya kemudian berpikir, mungkin hidup juga kadang seperti itu. Ada saatnya kita berlari, ada saatnya berjalan, ada saatnya melambat, bahkan ada saatnya berhenti sejenak dan beristirahat untuk memperbaiki keadaan. Bukan karena kita malas atau menyerah, tetapi karena ada hal yang memang harus dibereskan dulu sebelum bisa melanjutkan perjalanan. Kalau dipaksa terus jalan, yang rusak justru bisa makin parah.
Ban yang sudah ditambal tidak membuat motor saya jadi sempurna. Tetap ada bekas tambalan di sana. Tetapi setidaknya motornya bisa dipakai lagi.
