Hari ini, Jumat (6/8/2021), saya sedang membongkar arsip dokumen lama yang tersimpan di sebuah kardus bekas wadah air mineral kemasan gelas. Ndilalah, di antara tumpukan dokumen itu saya menemukan sesuatu yang sudah cukup lama tidak saya lihat.
Dua keping CD installer Ubuntu.
Yang pertama Ubuntu 9.10 dengan nama kode Karmic Koala. Yang kedua Ubuntu 10.04 atau Lucid Lynx. Keduanya saya dapatkan dari sebuah program bernama ShipIt.
Ternyata bukan hanya CD-nya yang masih tersimpan. Wadah CD dan bungkus paket pengirimannya juga masih ada. Dari bungkusnya terlihat bahwa kedua paket tersebut dikirim dari Belanda.

Wadah CD installer Ubuntu 9.10 dan 10.04. MUHAMMAD HANIF/hanifmu.com

Bungkus paket. MUHAMMAD HANIF/hanifmu.com
Menemukan benda-benda lama seperti ini memang terasa sedikit berbeda. Bukan karena CD-nya masih bisa digunakan atau tidak, tetapi karena benda tersebut membawa saya kembali ke masa ketika saya masih sekolah.
Saya mendapatkan kedua CD tersebut ketika masih menjadi pelajar jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Muhammadiyah 5 Babat, sebuah sekolah kejuruan di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.
Ubuntu 9.10 saya dapatkan pada tahun 2009. Setahun kemudian, pada 2010, saya kembali mendapatkan CD Ubuntu 10.04.
Tahun 2009 juga menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan saya mengenal Linux. Ubuntu adalah sistem operasi berbasis Linux pertama yang saya coba dan pasang sendiri di laptop Acer 4736z.
Waktu itu saya memasangnya berdampingan dengan Windows Vista yang menjadi sistem operasi bawaan laptop. Istilahnya dual boot.
Dari situlah saya mulai mengenal dunia Linux lebih jauh.
Kalau mengingatnya sekarang, rasanya cukup menarik melihat kembali benda yang dulu terasa biasa saja. Sebuah CD installer yang dikirim dari luar negeri, kemudian saya simpan bertahun-tahun sampai akhirnya ditemukan kembali di dalam kardus.
Ada juga orang yang punya peran dalam cerita tersebut. Terima kasih kepada Pak Abdul Rohman, guru TKJ di SMK Muhammadiyah 5 Babat, yang saat itu mengenalkan Linux dan mendorong murid-muridnya untuk menggunakan sistem operasi berbasis Linux.
Mungkin kalau waktu itu saya tidak diperkenalkan dengan Linux, perjalanan saya di dunia komputer bisa saja sedikit berbeda.
Sekilas Tentang Ubuntu ShipIt
Bagi yang belum mengenalnya, ShipIt merupakan program dari Canonical, perusahaan di balik Ubuntu. Program ini dimulai pada tahun 2005 dan menyediakan CD installer Ubuntu Desktop maupun Ubuntu Server secara gratis.
Untuk mendapatkannya pun cukup sederhana. Pengguna hanya perlu mendaftar dan melakukan pemesanan melalui laman ShipIt Ubuntu.
Sayangnya, program tersebut tidak berlangsung selamanya. Canonical kemudian menghentikan ShipIt pada 5 April 2011. Pengumuman penghentian program tersebut dapat dibaca di https://ubuntu.com/blog/shipit-comes-to-an-end.
Sekarang, CD installer Ubuntu yang saya temukan tadi mungkin sudah tidak lebih dari benda lama. Tetapi bagi saya, benda tersebut menyimpan cerita tentang masa ketika saya pertama kali mengenal Linux.
Kadang memang begitu.
Kita menyimpan sesuatu bertahun-tahun tanpa tahu kapan akan menemukannya kembali. Ketika akhirnya ditemukan, bukan bendanya yang membuat kita berhenti sejenak, tetapi kenangan yang ikut muncul bersamanya.
Hari ini, sebuah CD lama membawa saya kembali ke tahun 2009.
Ke masa sekolah.
Ke laptop Acer 4736z.
Dan ke awal perjalanan saya mengenal Linux.
