Pagi ini saya membuka aplikasi sekuritas seperti biasa. Yang saya lihat pertama kali bukan angka hijau, melainkan hampir semuanya merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok signifikan sepanjang hari. Penyebabnya satu kabar besar: MSCI (Morgan Stanley Capital International) menerbitkan konsultasi atas proposal reklasifikasi pasar untuk Indonesia, yang berpotensi menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.1 Kabar itu langsung memicu aksi jual, sampai Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat mengaktifkan pembekuan perdagangan sementara atau trading halt.
Kabar soal MSCI itu sudah saya baca sejak subuh. Waktu itu saya langsung berpikir, wah ini pasti dampaknya besar ke pasar hari ini. Ternyata benar. Begitu sesi perdagangan dibuka pukul 09.00 WIB, IHSG langsung anjlok 8,01% di pembukaan, lalu terus bergerak turun sepanjang hari. Sampai akhirnya ditutup di level 5.185,1, atau turun 678,68 poin (-11,57%).
Sekadar menambah wawasan, MSCI adalah penyedia indeks pasar saham global yang digunakan sebagai acuan oleh investor institusional di seluruh dunia untuk mengukur kinerja pasar dan menentukan alokasi investasi. Indeks MSCI Indonesia mencakup saham-saham yang memenuhi kriteria tertentu, seperti kapitalisasi pasar, likuiditas, dan akses investor asing. Keputusan dan peninjauan MSCI terhadap komposisi indeksnya dapat memengaruhi arus modal asing yang masuk atau keluar dari Indonesia, sehingga berdampak pada pergerakan IHSG serta sentimen pasar saham secara keseluruhan. Perubahan bobot, penambahan, atau penghentian rebalancing saham dalam indeks MSCI juga berpotensi menimbulkan volatilitas dan tekanan pada pasar modal Indonesia.2
Jadi kalau dipikirkan lagi, wajar saja pasar bereaksi sebesar itu. Bukan cuma soal kabar buruknya, tetapi juga karena MSCI ini memang punya pengaruh besar terhadap siapa saja yang mau menanam modal di Indonesia.
Merasa penasaran dengan reaksi orang lain, saya lalu mengecek X dan Threads. Benar saja, di sana para investor sudah riuh dengan berbagai unggahan soal hari ini. Ada yang marah-marah, ada yang bercerita baru saja cut loss, ada juga yang justru mengaku sengaja menyerok saham mumpung harganya sedang jatuh. Tidak sedikit pula yang dengan bangganya memamerkan portofolionya yang minus puluhan persen, seolah itu jadi lencana kehormatan.
Di antara banyaknya unggahan itu, ada satu yang cukup membuat saya tersenyum. Seorang warganet mempelesetkan MSCI menjadi “Mohon Sabar Cuan Ilang”. Menyedihkan, tapi jujur saja lucu juga. Di tengah suasana merah seperti ini, masih ada saja orang yang bisa mengolahnya jadi lelucon.
Tapi lelucon itu tentu tidak mengubah keadaan apa-apa. Pasar punya caranya sendiri merespons kabar. Kabar positif mengangkat harga, kabar negatif menekannya.
Buat yang penasaran, proposal aslinya dari MSCI bisa dibaca di sini. ↩︎
Penjelasan soal MSCI ini saya baca dari RDIS Bursa Efek Indonesia. ↩︎
