Warga Lamongan tentu tidak asing dengan kata megilan. Kata megilan adalah dialek yang sering digunakan oleh warga Lamongan dalam kesehariannya.

Saya sendiri tidak tahu sejak kapan warga Lamongan mulai menggunakan kata megilan. Yang jelas, orang Lamongan biasa menggunakan kata megilan untuk menunjukkan ketakjubannya atau kekagumannya pada suatu hal.

Barangkali hal itu yang menjadi alasan bagi Pemerintah Kabupaten Lamongan menggunakan kata megilan sebagai tagline dalam logo city branding “Lamongan Megilan” yang di-launching pada 17 Agustus 2021 yang lalu tersebut.

Apa Arti Kata Megilan?

Perspektif Warga Lamongan

Kata megilan semakna dengan kata-kata adverbia, seperti paling, sangat, dan lebih. Kata megilan bisa juga semakna dengan kata-kata adjektiva, seperti luar biasa dan istimewa.

Contoh: Mlayune arek iku megilan cepete timbang liyane (Bahasa Indonesia: Anak itu berlari sangat cepat daripada lainnya).

Makna kata megilan bisa juga menyesuaikan dengan konteks kalimat.

Contoh: Soto Lamongan rasane megilan (Bahasa Indonesia: Soto Lamongan rasanya sangat enak).

Kata megilan pada kalimat di atas bermakna sangat enak.

Contoh: Omahe wong iku megilan (Bahasa Indonesia: Rumahnya orang itu sangat megah).

Kata megilan pada kalimat di atas bermakna sangat megah.

Perspektif Akademisi

Suparto Wijoyo, seorang dosen di Fakultas Hukum Universitas Airlangga, dalam Petani Ramah Lingkungan … Itu Megilan (2013) menjelaskan bahwa dalam kepustakaan kamus-kamus Jawa Kuno maupun bahasa Sansekerta, kata megilan berasal dari kata gilan. Berkembang menjadi gumilan-gilan atau gilan-gumilan dan pada akhirnya menjadi megilan yang memiliki makna bercahaya —berkilauan-kilauan. Megilan sejatinya menggambarkan suasana berpendarnya cahaya yang mencahayai atau semburatnya cahaya yang berkilauan.

Selain itu, Suparto Wijoyo juga menjelaskan bahwa kata megilan juga dapat diberi tafsir dari paduan kata magic dan land, sehingga menjadi magic-land atau dalam bahasa Indonesia berarti “tanah yang penuh keajaiban”.